Pendahuluan
Kebudayaan
klasik
di Indonesia terjadi pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dilihat dari
aspek kebudayaan klasik, Indonesia bisa dibilang mengalami masa kejayaannya
pada masa kerajaan majapahit. Seperti yang sudah kita pelajari tentang kerajaan
majaapahit pada jaman dahulu,kerajaan majapahit adalah kerajaan terbesar di
Indonesia yang berpusat di jawa timur pada masanya, yang Kekuasaannya
terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur.
Perubahan-perubahan dalam kebudayaan mencakup
seluruh bagian kebudayaan, termasuk kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi,
filsafat, bahkan dalam bentuk dan aturan-aturan organisasi sosial. Ruang
lingkup perubahan kebudayaan lebih luas, sudah tentu ada unsur-unsur kebudayaan
yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Namun demikian setiap perubahan
kebudayaan tidak perlu harus mempengaruhi sistem sosial masyarakat yang sudah
ada sebelumnya.
- · Kebudayaan klasik dalam aspek sejarah
Pengaruh kebudayaan klasik terjadi pada
masa perkembangan pengaruh Hindhu-Buddha di Indonesia berawal dari terjalinnya
hubungan perdagangan antara India dan China melalui wilayah Indonesia. Sebelum budaya india masuk ke indoesia, kehidupan
masyarakat di indonesia merupakan dusun –dusun. Masing-masing dusun dipimpin
oleh kepala suku. Setelah budaya india masuk ke indonesia, terjadilah perubahan
dalam dusun. Sejak itu berdirilah kerrajaan hindu-budha di Indonesia.
- aspek arsitektur
Arsitektur adalah
cerminan kebudayaan. Arsitektur sebagai suatu karya kesenian hanya bisa tercapai
dengan dukukungan masyarakat yang luas, berbeda dengan karya seni lukis atau
seni patung misalnya yang bisa terlahir hanya dengan usaha satu seniman saja.
Untuk melahirkan karya arsitektur diperlukan selain arsitek, juga ahli-ahli
teknik lainnya, industri bahan, kelompok pelaksana, teknologi dan lain-lain.
(ir.Heinz Frick 137-28).sementara itu, ketika makin banyak keberagaman
etnografis yang ditemukan pada ciri arsitektur di Indonesia dan di negri-negri
tetangga.
Contohnya wilayah India yang cukup
banyak memberikan pengaruhnya terhadap Indonesia adalah India Selatan, kawasan
yang didiami bangsa Dravida. Ini terbukti dari penemuan candi-candi di India
yang hampir menyerupai candi-candi yang ada di Indonesia. Begitu pula jenis
aksara yang banyak ditemui pada prasasti di Indonesia, adalah jenis huruf
Pallawa yang digunakan oleh orangorang India selatan.
Meskipun budaya India berpengaruh besar, akan
tetapi masyarakat Indonesia tidak serta-merta meniru begitu saja kebudayaan
tersebut. Dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia, budaya dari India
diterima melalui proses penyaringan (filtrasi) yang natural. Bila dirasakan
cocok maka elemen budaya tersebut akan diambil dan dipadukan dengan budaya
setempat, dan bila tak cocok maka budaya itu dilepaskan. Proses akulturasi
budaya ini dapat dilihat pada model arsitektur, misalnya, punden berundak
(budaya asli Indonesia)
pada Candi Sukuh di Jawa Tengah; atau pada dinding-dinding.
- · Aspek Teknologi
Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian
informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi), mulai
dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakan tonggak
sejarah dalam bentuk prasasti, sampai diperkenalkannya dunia arus informasi
yang dikenal dengan nama internet.
Sebenarnya Teknologi informasi dan Komunikasi sudah
dikenal oleh manusia sejak beratus-ratus abad lalu (hanya bedanya sekarang
lebih keren,canggih dan efisien Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini,
manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Mereka hanya mampu berkomunikasi
dengan suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi.
- Dinamika Kebudayaan masyarakat
Menurut
Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa
proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut sebagai dinamika
social. Beberapa konsep tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Proses belajar kebudayaan sendiri, yang terdiri dari
internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi;
2. Evolusi kebudayaan dan difusi;
3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing, yang meliputi
akulturasi dan asimilasi;
4. Proses pembauran atau inovasi atau penemuan baru.
Selanjutnya keempat konsep tersebut akan dibahas satu persatu di
bawah ini.
Internalisasi, Sosialisasi, dan Enkulturasi Proses Internalisasi
Menurut Koentjaraningrat (1996: 142-143) proses internalisasi adalah proses
yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu mulai dari ia dilahirkan
sampai akhir hayatnya. Seorang individu terus belajar untuk mengolah segala
perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang kemudian membentuk kepribadiannya. Maka
proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu
dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam
kepribadiannya segala hasrat, perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan
sepanjang hidupnya.
A. Proses sosialisasi
Proses ini bersangkutan dengan proses belajar
kebudayaan dalam hubungan dengan sistem social. Dalam proses itu seorang
individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan
dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya yag menduduki
beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan
sehari-hari.
Proses sosialisasi dalam golongan sosial lainnya dalam
lingkungan sosial dari berbagai suku bangsa didunia dapat menunjukkan proses
sosialisasi yang berbeda, karena proses sosialisasi ditentukan oleh susunan
kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan.
B. Proses Enkulturasi
Menurut
Koentjaraningrat (1996: 145-147) proses enkulturasi adalah proses belajar dan
menyesuaikan alam pikiran serta sikap terhadap adaptasi, sistem norma, dan semua
peraturan yang terdapat dalam kebudayaan seseorang. Proses ini telah dimulai
sejak awal kehidupan, yaitu dalam lingkungan keluarga, dan kemudian dalam
lingkungan yang semakin lama semakin meluas. Dalam proses ini seorang individu
mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat,
sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata
enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”. Sorang individu
dalam hidupnya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan
setelah perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan meniru
itu telah diinternalisasi dalam kepribadiannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ferry
T. Indratno, H. Purwanta, Ignaz kingkin Teja Angakasa, J. Sumardianta. 2003. Sejarah: Untuk kelas 2 SMA.
Jakarta : PT. Grasindo
Pangarsa Galih Widjil.2006.Merah Putih Arsitektur Nusantara,Yogyakarta:
Andi offset.
http://sumber-ilmu-islam.blogspot.com/2014/01/dinamika-kebudayaan-dan-masyarakat-a.html?m=1
http://tikom2sobang.wordpress.com/topik/kelas-vii/sejarah-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/