Senin, 29 September 2014

TUGAS DUA UJI KOMPETENSI DASAR I DINAMIKA KEBUDAYAAN INDONESIA


Pendahuluan
Kebudayaan klasik di Indonesia terjadi pada masa kerajaan-kerajaan di Indonesia. Dilihat dari aspek kebudayaan klasik, Indonesia bisa dibilang mengalami masa kejayaannya pada masa kerajaan majapahit. Seperti yang sudah kita pelajari tentang kerajaan majaapahit pada jaman dahulu,kerajaan majapahit adalah kerajaan terbesar di Indonesia yang berpusat di jawa timur pada masanya, yang Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur.
Perubahan-perubahan dalam kebudayaan mencakup seluruh bagian kebudayaan, termasuk kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan dalam bentuk dan aturan-aturan organisasi sosial. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas, sudah tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Namun demikian setiap perubahan kebudayaan tidak perlu harus mempengaruhi sistem sosial masyarakat yang sudah ada sebelumnya.

  • ·        Kebudayaan klasik dalam aspek sejarah
Pengaruh kebudayaan klasik terjadi pada masa perkembangan pengaruh Hindhu-Buddha di Indonesia berawal dari terjalinnya hubungan perdagangan antara India dan China melalui wilayah Indonesia. Sebelum budaya india masuk ke indoesia, kehidupan masyarakat di indonesia merupakan dusun –dusun. Masing-masing dusun dipimpin oleh kepala suku. Setelah budaya india masuk ke indonesia, terjadilah perubahan dalam dusun. Sejak itu berdirilah kerrajaan hindu-budha di Indonesia.

  • aspek arsitektur
            Arsitektur adalah cerminan kebudayaan. Arsitektur sebagai suatu karya kesenian hanya bisa tercapai dengan dukukungan masyarakat yang luas, berbeda dengan karya seni lukis atau seni patung misalnya yang bisa terlahir hanya dengan usaha satu seniman saja. Untuk melahirkan karya arsitektur diperlukan selain arsitek, juga ahli-ahli teknik lainnya, industri bahan, kelompok pelaksana, teknologi dan lain-lain. (ir.Heinz Frick 137-28).sementara itu, ketika makin banyak keberagaman etnografis yang ditemukan pada ciri arsitektur di Indonesia dan di negri-negri tetangga.
Contohnya wilayah India yang cukup banyak memberikan pengaruhnya terhadap Indonesia adalah India Selatan, kawasan yang didiami bangsa Dravida. Ini terbukti dari penemuan candi-candi di India yang hampir menyerupai candi-candi yang ada di Indonesia. Begitu pula jenis aksara yang banyak ditemui pada prasasti di Indonesia, adalah jenis huruf Pallawa yang digunakan oleh orangorang India selatan.

Meskipun budaya India berpengaruh besar, akan tetapi masyarakat Indonesia tidak serta-merta meniru begitu saja kebudayaan tersebut. Dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia, budaya dari India diterima melalui proses penyaringan (filtrasi) yang natural. Bila dirasakan cocok maka elemen budaya tersebut akan diambil dan dipadukan dengan budaya setempat, dan bila tak cocok maka budaya itu dilepaskan. Proses akulturasi budaya ini dapat dilihat pada model arsitektur, misalnya, punden berundak (budaya asli Indonesia) pada Candi Sukuh di Jawa Tengah; atau pada dinding-dinding.

  • ·        Aspek Teknologi
   Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi), mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti, sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang dikenal dengan nama internet.
Sebenarnya Teknologi informasi dan Komunikasi sudah dikenal oleh manusia sejak beratus-ratus abad lalu (hanya bedanya sekarang lebih keren,canggih dan efisien Sejak manusia diciptakan di muka bumi ini, manusia sudah mulai mencoba berkomunikasi dengan symbol-simbol dan isyarat. Mereka hanya mampu berkomunikasi dengan suara dengusan dan isyarat tangan sebagai bentuk awal komunikasi.

  • Dinamika Kebudayaan masyarakat
            Menurut Koentjaraningrat (1996: 142) semua konsep yang kita perlukan untuk menganalisa proses-proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan disebut sebagai dinamika social. Beberapa konsep tersebut antara lain sebagai berikut. 
1. Proses belajar kebudayaan sendiri, yang terdiri dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi; 
2. Evolusi kebudayaan dan difusi; 
3. Proses pengenalan unsur-unsur kebudayaan asing, yang meliputi akulturasi dan asimilasi; 
4. Proses pembauran atau inovasi atau penemuan baru. 
Selanjutnya keempat konsep tersebut akan dibahas satu persatu di bawah ini. 
Internalisasi, Sosialisasi, dan Enkulturasi Proses Internalisasi Menurut Koentjaraningrat (1996: 142-143) proses internalisasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu mulai dari ia dilahirkan sampai akhir hayatnya. Seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang kemudian membentuk kepribadiannya. Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat, perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya. 

A. Proses sosialisasi 
Proses ini bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem social. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya yag menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari. 
Proses sosialisasi dalam golongan sosial lainnya dalam lingkungan sosial dari berbagai suku bangsa didunia dapat menunjukkan proses sosialisasi yang berbeda, karena proses sosialisasi ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan.

B. Proses Enkulturasi 
            Menurut Koentjaraningrat (1996: 145-147) proses enkulturasi adalah proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap terhadap adaptasi, sistem norma, dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan seseorang. Proses ini telah dimulai sejak awal kehidupan, yaitu dalam lingkungan keluarga, dan kemudian dalam lingkungan yang semakin lama semakin meluas. Dalam proses ini seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”. Sorang individu dalam hidupnya juga sering meniru dan membudayakan berbagai macam tindakan setelah perasaan dan nilai budaya yang memberi motivasi akan tindakan meniru itu telah diinternalisasi dalam kepribadiannya. 


DAFTAR PUSTAKA

      Ferry T. Indratno, H. Purwanta, Ignaz kingkin Teja Angakasa, J. Sumardianta. 2003. Sejarah: Untuk kelas 2 SMA. Jakarta : PT. Grasindo
Pangarsa Galih Widjil.2006.Merah Putih Arsitektur Nusantara,Yogyakarta: Andi offset.
http://sumber-ilmu-islam.blogspot.com/2014/01/dinamika-kebudayaan-dan-masyarakat-a.html?m=1 
http://tikom2sobang.wordpress.com/topik/kelas-vii/sejarah-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/


3 komentar:

  1. Ada pendahuluan, seharusnya ada poin pembahasan, simpulan atau penutup. Ada daftar pustaka, tetapi bentuk kutipannya tidak ada. pembagian poin-poin untuk menjelaskan materi tidak berurutan. Tolong diperbaiki lagi Sakai.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud saya antara kutipan yang tersaji dengan daftar pustaka tidak sinkron.

      Hapus