Sabtu, 02 April 2016

kebudayaan seni dan generasi



 perkembangan generasi batik
Batik telah ada sejak abad 17, tepatnya pada zaman Kerajaan Majapahit. Namun pada saat itu batik masih digambar pada sebuah daun lontar dan motifnya masih didominasi dengan motif binatang dan tanaman. Lambat laun dan motif binatang dan tanaman beralih menjadi motif abstrak seperti misalnya motif bentuk awan, relief pada candi, dan wayang beber. Perubahan motif tersebut juga dipengaruhi oleh budaya Islam hingga selanjutnya batik digabungkan dengan corak lukisan dan juga hiasan pada pakaian hingga dikenal sebagai batik tulis seperti saat ini.
Perkembangan selanjutnya, kerajinan batik ini menyebar hingga ke seluruh pulau Jawa, hingga masing-masing daerah memiliki corak dan motif yang khas sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah. Menurut catatan sejarah, setelah zaman Majapahit kerajinan batik mulai dikembangkan lagi yakni pada masa kejayaan kerajaan Mataram kemudian dilanjutkan pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.
Pada zaman kerajaan-kerajaan di tanah Jawa khususnya ketika batik diaplikasikan pada media kain hanya digunakan kalangan raja dan keluarga bangsawan. OIeh karena itu kain batik hanya diproduksi di dalam keraton sehingga masyarakat awam tidak diperkenankan memakainya kecuali para pengikut bangsawan dan raja. OIeh karena para pengikut raja dan bangsawan tinggal di luar tembok keraton, maka kerajinan batik ini mulai dapat diperkenalkan pada masyarakat awam oleh mereka.
Gambar 1 : http://pusatgrosirsolo.com
Pada zaman kerajaan tersebut, untuk pewarnaan kain batik masih menggunakan pewarna alami seperti dan tumbuh-tumbuhan; pohon mengkudu, tinggi, soga, dan nila. Sementara bahan soda dibuat dan abu serta campuran garam dan lumpur.
Pada tahun 1800-an Batik mulai menyebar di daerah barat Jawa, salah satunya adalah daerah Pekalongan yang kita kenal sebagai kota Batik seperti saat ini. Karena di Pekalongan ml terjadi perjumpaan beberapa bangsa seperti budaya Cina, Belanda, Arab, India, Melayu, dan terakhir Jepang, maka motif batik pun juga dipengaruhi dengan unsur-unsur dan budaya itu.
Dahulu para pengrajin batik adalah kaum wanita, dan kerajinan batik ini hanya sebagai pengisi waktu luang, sehingga batik masih diproduksi kalangan terbatas. Namun pada era modern saat ini, batik mulai dilirik sebagai industri yang juga merupakan aset budaya bangsa. Walau saat ini masih ada beberapa produksi batik tradisional yakni menggunakan teknik tulis dan cap, namun pembuatan batik secara modern juga cukup berkembang.
Desain batik akan lebih baik jika menggunakan program grafis vektor, hal ini menyangkut sebuah ukuran misalnya garis lurus, simetris, bahkan ketika membuat lengkungan untuk motif. Sedangkan pembuatan desain secara manual yakni dengan menggambar pada sebuah kain secara langsung akan menghasilkan grafis yang kurang sempurna, misalnya garis tidak selalu lurus, lengkungan tidak maksimal, motif dirasa kurang indah. 

Daftar Pustaka  
Tim Beranda Agency, 2009. Desain Kaus Batik Dengan CorelDRAW Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar