Minggu, 27 Maret 2016

Seni Masyarakat Jawa dan Perempuan

  Kebaya Sebagai Busana Tradisional Perempuan

 



kebaya merupakan salah satu jenis busana yang dianggap paling ideal dengan konsep femininitas dalam citra keanggunan pecempuan Indonesia. Kebaya bahkan pernah dipilih sebagai kostum nasional oleh pemerintahan presiden Soekarno di tahun 1940- an. Waktu itu kebaya sebagai busana identitas bagi nilai tradisional yang menjadi bagian utama bagi kepibadian perempuan Indonesia.
            Kebaya juga pernah rnenjadi lambang emansipasi perempuan Indonesia melalui representasi yang menghubungkan kebaya dengan tokoh kebangkitan perempuan Indonesia, yaitu Raden Ajeng Kartini. Dalam setiap acara peringatan hari Kartini yang dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 21 April, para Siswi. remaja putri, dan ibu-ibu tampil khusus dengan mengenakan berbusana tradisional.Salah satu di antaranya adalah kebaya.
Dalam kehidupan saat ini, kebaya rnasih banyak dikenakan sebagai busana sehari-hari kaum ibu di berbagai wilayah pedesaan Jawa dan Bali Sedakan di wilayah perkotaan di Jawa, kebaya dikenakan sehari-hari oleh para ibu yang usianya menjelang senja. Namun, para perempuan kota yang berusia muda akan memakai kebaya sebagai busana formal pada setiap acara resmi. seperti pernikahan, berbagai resepsi atau acara sosial lainnya.
 
A. SEJARAH KEBAYA
Sejarah kebaya dimulai dan baju yang sering dipakai oleh wanita Melayu. Ada dua teori tentang asal baju kebaya. Satu mengatakan perkataan kebaya itu berasal dan perlataan Arab habaya yang artinya pakaian labuh yang memiliki belahan di depan. Satu lagi pendapat yang menganakan pakaian ini dibawa oleh orang Portugis ke Malaka maka kebaya telah lama dipakai di Malaka. Bukan oleh perempuan Melayu saja, tetapi juga dikenakan oleh perempuan Cina peranakan dengan sedikit perbedaan dalam potongan dan gaya memakainya. Kebaya perempuan Cina inilah yang di kemudian hari dikenai dengan kebaya encim.
Kata kebaya sendiri berasa dan kaba (bahasa Arab) yang berarti pakaian. Budayawan Perancis Denys Lombard, menuturkan bahwa munculnya istilah kebaya di Indonesia diperkenalkan oleh bangsa Portugis yang kebudayaannya mengalami perpaduan antara budaya Eropa dan Arab.
 http://serba-serbi-dunia-fashion.weebly.com/uploads/1/7/2/6/17264530/2384432.jpg

Penyebaran agama Islam di Indonesia diduga mempunyai pengaruh kuat pada perkembangan kebaya sebagai busana perempuan Indonesia, Sebelumnya perempuan Indonesia di daerah Jawa, Bali atau Sumatera, tampil sehani-hari mengenakan busana sejenis kemben tanpa atasan apa pun. Maka kebaya sederhana yang muncul pada saat itu (berupa kain lunik panjang) dianggap ideal sebagai baju atasan karena menutup bagian dada perempuan yang sebelumnya dibiarkan terbuka begitu saja.
 Baju kebaya memiliki peran penting bagi masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu, Salah satu contohnya adalah pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Saat itu penggunakan baju kebaya bahkan diterapkan menurut kelas sosial masyarakatnya. Keluarga keraton dan para bangsawan mengenakan kebaya yang terbuat dan bahan sutera, beludru, atau brokat.

http://images.weddingku.com/images/upload/articles/images/kebaya%2001a.jpg


Baju pada masa kemerdekaan Indonesia baju kebaya kembali meraih posisinya sebagai baju ideal perempuan kita. Pada masa ini, kebaya dianggap sebagai busana nasonal yang pantas dikenakan sesuai dengan kepribadian perempuan Indonesia Kebaya tidak saja menjadi baju sehari-hari, tetapi juga dikenakan pada berbagai acara seremonial dan berbaga’ acara sosial pemerintahan yang dianggap resmi.
Masyarakat di Jawa Tengah. khususnya di Surakarta (Solo) fungsi pakaian cukup beragam. Pada masyarakat bangsawan pakaian mempunyai fungsi praktis. estetis, religius. sosial, dan simbok. Seperti kain kebaya, fungsi praktisnya adalah untuk menjaga kehangatan dan kesehatan badan. Ada pun fungsi estetisnya adalah menghias tubuh agar kelihatan lebih cantik dan menarik. Fungsi sosial sendiri adalah belajar menjaga kehomatan diri seorang wanita agar tidak mudah menyerahkan kewanitaannya dengan cara berpakaian serapat dan serapi mungkin, serta memakai stogen yang kuat agar tidak mudah lepas.
 
http://lapakfjbku.com/wp-content/uploads/Bule-asil-telanjang-di-pantai13.jpg

Adapun tentang jenis busana dan kelengkapannya yang biasa dipakai oleh kalangan wanita jawa, terutama di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta adalah baju kebaya, kemben, dan kain tapih pinjung yang diikat dengan stogen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa. baik sebagai busana sehari•hari maupun pakaian upacara.
Dewasa ini, baju kebaya pada umumnya hanya dipakai pada hari-hari tertentu saja, seperti pada upacara adat. Baju kebaya di sini adalah berupa blus berlengan panjang yang dipakai di luar kain panjang bercorak atau sarung yang menutupi bagian bawah dan badan (dan mata kaki sampai pinggang). Panjang kebaya bervaniasi, mulai dan yang berukuran di sekitan pinggul atas sampai dengan ukuran yang di atas lutut. Oleh karena itu, wanita Jawa mengenal dua macam kebaya, yaitu kebaya pendek (yang berukuran sampai pinggui) dan kebaya panjang (yang berukuran sampai ke lutut).

Daftar Pustaka  
Setiawan Ferry. 2009. 50 Galeri Kebaya Eksotik Nan Cantik. Jakarta: Penebarplus+.

2 komentar: